tigasrikandi.com – Sukabumi, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi Cabang Cikembar terus menggencarkan program penggantian water meter pelanggan secara bertahap sepanjang tahun 2026. Program ini menyasar water meter yang mengalami kerusakan seperti mati, pecah, buram, rusak, hingga yang hilang.
Kepala Cabang Perumdam TJM Cikembar, Herni Supriyani, menegaskan bahwa penggantian water meter tersebut tidak dipungut biaya alias gratis. Kebijakan ini berlaku termasuk bagi pelanggan yang mengalami kehilangan water meter, yang dalam beberapa bulan terakhir cukup banyak terjadi di wilayah Cikembar.
“Penggantian water meter ini gratis. Kalau kehilangan, konsumen bisa melapor terlebih dahulu dengan melampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian. Setelah itu kami usulkan untuk penggantian water meter yang baru,” ujar Herni, Selasa (20/1/2026).
Pada tahun 2026, Cabang Cikembar menargetkan penggantian sebanyak 600 unit water meter. Realisasinya direncanakan sekitar 50 unit per bulan, menyesuaikan dengan kapasitas pekerjaan petugas di lapangan agar tidak mengganggu pelayanan distribusi air dan administrasi lainnya.
“Target kita 2026 itu 600 water meter. Jadi per bulan sekitar 50 unit, supaya tetap seimbang dengan pekerjaan lain di lapangan,” jelasnya.
Herni menerangkan, mekanisme penggantian dilakukan berdasarkan laporan pelanggan maupun hasil pengecekan internal melalui sistem billing perusahaan. Water meter yang hilang menjadi prioritas utama karena berpotensi menimbulkan kehilangan air (non revenue water) dan ketidakakuratan pencatatan pemakaian.
“Kalau ada laporan kehilangan, konsumen lapor ke cabang, buat surat kehilangan ke polisi, lalu kami ajukan ke pusat. Setelah water meter tersedia, petugas langsung menindaklanjuti ke lapangan,” katanya.
Selain kasus kehilangan, penggantian juga dilakukan terhadap water meter yang mengalami kerusakan teknis, buram, pecah, atau tertimbun akibat perubahan bangunan pelanggan. Kondisi tersebut seringkali menyulitkan petugas dalam melakukan pembacaan meter rutin setiap bulan.
“Kami juga minta kerja sama pelanggan, terutama yang water meternya tertutup bangunan, agar dipindahkan ke bagian depan supaya mudah dibaca setiap bulan,” tuturnya.
Menurut Herni, program penggantian water meter ini memberikan manfaat langsung bagi pelanggan maupun perusahaan. Water meter yang berfungsi normal akan mencatat pemakaian air secara riil dan akurat, sehingga menghindari perhitungan rata-rata yang biasanya diterapkan pada water meter mati.
“Kalau water meter mati, pemakaian sering dirata-ratakan. Setelah diganti, pemakaian tercatat sesuai kondisi sebenarnya. Ini juga membantu peningkatan pendapatan perusahaan,” ungkapnya.
Ia mengimbau pelanggan untuk tidak membiarkan water meter dalam kondisi bermasalah. Jika menemukan water meter mati, buram, rusak, atau hilang, pelanggan diminta segera melapor ke kantor Cabang Cikembar untuk mendapatkan penjelasan dan tindak lanjut.
“Jangan puas kalau pemakaian terlihat kecil karena water meter mati. Kalau ada masalah, silakan datang ke kantor, nanti akan dijelaskan oleh petugas,” ujarnya.
Ke depan, Perumdam TJM Cabang Cikembar berharap seluruh water meter bermasalah dapat diganti secara bertahap, termasuk water meter yang telah berusia lebih dari lima tahun. Pihaknya juga mengajak seluruh pelanggan untuk aktif melapor agar program ini berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan tuntas.
“Kami mohon kerja sama konsumen untuk melapor jika ada water meter bermasalah, supaya bisa kami prioritaskan dan ditangani satu per satu,” pungkasnya.







