UPTD PU Wilayah III Cicurug Soroti Titik Longsor dan Usulkan Pembangunan Jembatan

News, Sukabumi25920 Views

tigasrikandi.com – Sukabumi, Selain fokus pada perbaikan ruas jalan, UPTD Pekerjaan Umum (PU) Wilayah III Cicurug juga menaruh perhatian serius terhadap sejumlah titik longsor yang dinilai berpotensi mengganggu aksesibilitas dan keselamatan warga. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala UPTD PU Wilayah III Cicurug, Asep, saat menjelaskan kondisi infrastruktur di wilayah kerjanya.

Menurut Asep, titik-titik longsor tersebut tersebar di beberapa lokasi strategis, salah satunya berada di perbatasan Kecamatan Parungkuda dan Kecamatan Bojonggenteng, tepatnya di ruas jalan Babakanjaya–Bojonglongok. Selain itu, longsoran juga ditemukan di wilayah Sukatani, Cipamatutan, serta di Cianten, Kecamatan Kabandungan.

“Sukatani bagian kanan yang masuk wilayah Bojonggenteng, kemudian di Cianten, Kecamatan Kabandungan, sebelah kanan. Ini semua menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat,” jelas Asep.

Ia juga menyinggung adanya longsoran di jalur alternatif Tenjo Ayu–Purwasari pada STA 1+100. Jalur tersebut kerap digunakan warga sebagai akses alternatif, sehingga kondisi longsoran di titik tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan. Asep menduga, longsoran tersebut terjadi akibat getaran dari pekerjaan konstruksi sebelumnya.

“Kami menduga longsoran di jalur Tenjo Ayu–Purwasari terjadi karena getaran saat pekerjaan sebelumnya. Ini tentu perlu penanganan yang tepat agar tidak semakin meluas,” ujarnya.

Terkait rencana penanganan ke depan, Asep menyampaikan bahwa sebagian ruas jalan yang terdampak telah masuk dalam rencana pembangunan dan perbaikan pada tahun anggaran 2026. Sementara itu, untuk titik-titik lain yang belum tertangani, pihaknya akan terus mengupayakan agar dapat dimasukkan dalam program pembangunan tahun 2027 melalui koordinasi lintas sektor dan dukungan berbagai pihak.

“Sebagian ruas jalan insyaallah masuk dalam rencana pembangunan tahun 2026. Sedangkan yang belum tertangani akan kita perjuangkan untuk tahun 2027, tentunya melalui koordinasi yang baik dari berbagai pihak,” tuturnya.

Dari sisi teknis pengerjaan, Asep menjelaskan bahwa metode perbaikan jalan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan. UPTD PU akan mengombinasikan dua jenis konstruksi, yakni betonisasi dan pengaspalan, tergantung pada sistem drainase di lokasi tersebut.

“Kalau drainasenya jelek, kami usahakan dilakukan betonisasi supaya lebih kuat dan tahan lama. Namun, jika drainasenya memungkinkan, kami lakukan pengaspalan,” jelasnya.

Untuk penanganan longsoran, Asep menuturkan bahwa salah satu titik longsor telah memiliki Detail Engineering Design (DED). Dengan demikian, pelaksanaannya nanti akan mengacu pada rekomendasi teknis dari konsultan perencana. Sementara itu, beberapa titik longsor lainnya masih menunggu kajian teknis lanjutan guna menentukan metode penanganan yang paling tepat.

Selain fokus pada jalan dan longsoran, UPTD PU Wilayah III Cicurug juga mengusulkan pembangunan dua jembatan kepada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, yakni Jembatan Kompa dan Jembatan Cipamatutan. Kedua jembatan tersebut saat ini telah memiliki DED, namun pelaksanaannya masih menunggu kepastian ketersediaan anggaran.

“Jembatan juga ada dua yang sudah kita DED-kan, yaitu Jembatan Kompa dan Jembatan Cipamatutan. Mudah-mudahan bisa dilaksanakan tahun ini atau tahun berikutnya, apabila anggarannya tersedia,” pungkas Asep.

Dengan berbagai upaya tersebut, UPTD PU Wilayah III Cicurug berharap peningkatan kualitas infrastruktur dapat terus dilakukan secara bertahap demi menunjang keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *