tigasrikandi.com – Sukabumi, Puncak arus wisata pada libur Lebaran 1447 Hijriah/2026 mulai terasa di kawasan Palabuhanratu. Wakil Bupati Sukabumi H Andreas mengingatkan seluruh wisatawan agar mengutamakan keselamatan saat menikmati libur panjang ini. Imbauan tersebut disampaikan dalam konferensi pers Operasi Ketupat Lodaya 2026 bersama Pemkab Sukabumi, BMKG, dan Polres Sukabumi di Pos Pengamanan Gadobangkong, Selasa (24/3/2026).
“Hari ini merupakan puncak libur Lebaran. Kami mengimbau masyarakat yang berwisata ke Palabuhanratu untuk selalu menjaga keselamatan dan kenyamanan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi ingin menciptakan suasana wisata yang damai, sejuk, dan aman bagi seluruh pengunjung,” ujar Wabup Andreas.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas gabungan yang terus bekerja menjaga keamanan selama periode libur Lebaran. Namun, dirinya mengingatkan agar para petugas tetap memperhatikan kondisi kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang siaga di lapangan. Tetap jaga kesehatan agar tugas pengamanan dapat berjalan maksimal,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyambut baik tingginya kunjungan wisatawan. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat selalu berhati-hati, mengamati kondisi sekitar, serta mematuhi aturan keselamatan di lokasi wisata.
“Kami optimistis tata kelola pariwisata Sukabumi terus membaik agar semakin aman dan menyenangkan bagi pengunjung,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Sukabumi AKBP Samian menegaskan pentingnya kesiapan kendaraan bagi wisatawan yang hendak menuju kawasan wisata Palabuhanratu, mengingat medan jalan yang cukup ekstrem.
“Masyarakat diminta menggunakan kendaraan yang dalam kondisi prima. Jangan memodifikasi kendaraan barang menjadi angkutan manusia karena sangat berisiko dan dapat menyebabkan fatalitas apabila terjadi kecelakaan,” tegasnya.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas III BMKG Sukabumi, Agung Saptaji, turut memaparkan kondisi cuaca terkini di wilayah Sukabumi. Meski curah hujan relatif lebih rendah dibandingkan wilayah utara seperti Bogor, ia menegaskan bahwa gelombang laut Palabuhanratu perlu menjadi perhatian serius.
“Ketinggian gelombang diprediksi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Ini kategori sedang dan tidak boleh diabaikan. Puncak pasang terjadi sejak pukul 11.00 WIB dan mulai surut sekitar pukul 16.00 WIB,” jelasnya.









